Rabu, 21 Maret 2012

PUISI PERSAHABATAN


Aku ingin menjadi teman yang...
Selalu memberi
Aku ingin menjadi bantuan yang
Selalu bisa membuatmu senang

Aku ingin berarti sebanyak bagi kalian
Di setiap menit dan hari
Seperti kalian yang sangat berarti, teman,
Bagiku sepanjang hidup.

Aku ingin melakukan hal-hal besar dan
hal-hal yang bagus untuk mu,
Untuk hal abu-abu dari angkasa
Yang selalu terlihat warnanya;

Aku ingin mengatakan hal-hal yang baik
Yang sering aku dengar,
Aku ingin memberikanmu kegembiraan
seperti kalian yang telah memberi banyak,
Namun yang perlu kalian tahu
Aku berharap tidak akan pernah berubah;

Membuat kalian merasa sekaya hati,
menjalani kehidupan ..
Takut saat menghadapi sesuatu, ada kalian tempatku bersandar..

Dan bila aku memiliki satu keinginan saat ini,
aku hanya ingin untuk tetap sama ...
Menjadi Teman, seperti yang kau rasakan juga...
Kawan..

PENGERTIAN SURAT


PENGERTIAN SURAT

Surat adalah alat komunikasi yang dibuat secara tertulis untuk menyampaikanberita/informasi dari seseorang/lembaga/instansi kepada seseorang/lembaga/instansi denganmengikuti aturan dan bentuk tertentu.Untuk dapat membuat surat yang baik, Anda harus memenuhi
kriteria
di bawah ini,yaitu: 
-         Bahasa yang digunakan sesuai dengan etika, estetika, dan logika 
     Menarik, padat, dan jelas. 
-         Bahasa yang digunakan dapat mewakili isi dan tujuan surat.Selain memiliki kriteria, surat juga memiliki
fungsi
, yaitu: 
-         Duta penulis/organisasi, untuk berhadapan dengan teman bicara sehingga isi suratmenggambarkan citra penulis. 
-         Dokumen tertulis, yaitu untuk bukti nyata hitam di atas putih. 
-         Pedoman kerja, untuk membuat keputusan/kebijakan berikutnya. 
-         Alat pengingat, yaitu dapat diarsipkan dan dilihat jika diperlukan. 
-         Bukti historis/sejarah, yaitu menggambarkan perkembangan sebuah instansi/lembaga.
FORMAT SURAT
Bentuk penulisan surat atau format surat yang lazim dipergunakan ada 5 bentuk, yaitu :
1. Bentuk lurus penuh
(full block style)
 2. Bentuk lurus
(black style)
 3. Bentuk setengah lurus
(semi block style)
 4. Bentuk lekuk 
(indented style)
5. Bentuk paragraf menggantung
(hanging paragraph)


JENIS-JENIS SURAT
1. Menurut kepentingan dan pengirimnya, surat dapat dikelompokkansebagai berikut :
A. SURAT PRIBADI Yaitu surat yang dikirimkan seseoarang kepada orang lain atau suatu oarganisasi/instansi.surat pribadi adalah surat yang dibuat oleh seseorang yang isinya menyangkut kepentingan pribadi .

Ciri-ciri surat pribadi seperti berikut
.(1) Tidak menggunakan kop surat/kepala surat
(2) Tidak menggunakan nomor surat
(3) Salam pembuka dan penutup surat bervariasi
(4) Penggunaan bahasa bebas, sesuai dengan keinginan si penulis surat.Yang termasuk surat pribadi adalah :
a. Surat keluarga
b. Surat lamaran pekerjaan.
Untuk membuat surat lamaran pekerjaan perlu memperhatikantahap-tahapnya yaitu :
1. Sumber informasi
2. Pedoman penulisan
3. Lampiran yang diminta
4. Proses pengajuan surat lamaran.
Pada bagian tanda tangan surat lamaran seringkali suatu kantor khususnya kantor pemerintahmenghendaki perlunya dibubuhi materai.Isi surat lamaran terdiri dari :a. Tempat dan tanggal suratb. Alamat suratc. Perihald. Salam pembukae. Kalimat pembukaf. Data pribadig. Data lampiranh. Kalimat penutupi. Kata penutup j. Tanda tangan dan nama jelask. Materai jika dimintaBiasanya pelamar melengkapi surat lamarannya dengan melampirkan :
1. Daftar Riwayat Hidup
2. Foto Copy Ijasah
3. Foto Copy KTP dan
4. Pas foto
c. Surat perijinan 

B. SURAT RESMI Adalah surat yang disampaikan oleh suatu instansi/lembaga kepada seseorang ataulembaga/instansi lainnya.Surat resmi (surat dinas) terbagi atas beberapa bagian, yaitu:
1. Surat dinas pemerintah, yaitu surat resmi yang digunakan instansi pemerintah untuk kepentingan adminiustrasi pemerintahan.
2. Surta niaga, yaitu surat resmi yang dipergunakan oleh perusahaan atau badan usaha.
3. Surta sosial, yaitu surat resmi yanng dipergunakan oleh organisasi kemasyarakatan yangbersifat nirlaba ( nonprofit).

Bagian-bagian surat resmi:
1. Kepala/kop surat, terdiri dari- Nama instansi/lembaga, ditulis dengan huruf kapital/huruf besar- Alamat instansi/lembaga, ditulis dengan variasi huruf besar dan kecil- Logo instansi/lembaga
2. Nomor surat, yakni urutan surat yang dikirimkan
3. Lampiran, berisi lembaran lain yang disertakan selain surat
4. Hal, berupa garis besar isi surat
5. Tanggal surat (penulisan di sebelah kanan sejajar dengan nomor surat)
6. Alamat yang dituju (jangan gunakan kata kepada)
7. Pembuka/salam pembuka (diakhiri tanda koma)
8. Isi surat(-Uraian isi berupa uraian hari, tanggal, waktu, tempat, dan sebagainya ditulis dengan huruf kecil, terkecuali penulisan berdasarkan ejaan yang disempurnakan (EYD) haruslahmenyesuaikan).
9. Penutup surat
10. Penutup surat, berisi- salam penutup- jabatan- tanda tangan- nama (biasanya disertai nomor induk pegawai atau NIP)
11. tembusan surat, berupa penyertaan/pemberitahuan kepada atasan tentang adanya suatukegiatan.

 
C. MEMO adalah Alat komunikasi bertulis di dalam jabatan sendiri untuk berhubung secara rasmi.
2. Menurut isinya, surat dapat dikelompokkan sebagai berikut :
a. Surat pemberitahuan
b. Surat keputusan.
c. Surat perintah.
d. Surat permintaan
e. Surat panggilan
f. Surat peringatan
g. Suirat perjanjian
h. Surat laporan
i. Surat pengantar
 j. Surat penawaran
k. Surat pemesanan
l. Surat undangan dan
m. Surat lamaran pekerjaan.
3. Menurut sifatnya surat dapat diklasifikasikan sebagai berikkut :
a. surat biasa, artinya, isi surat dapat diketahui oleh oranng lain selain yangn dituju.
b. surat konfidensial ( terbatas), maksudnya, isi surat hanya boleh diketahui oleh kalangantertentu yang terkait saja.
c. surat rahasia, yaitu surat yang isinya hanya boleh diketahui orang yang dituju saja
.4. Berdaraskan banyaknya sasaran, surat dapat dikelompokkan menjadi surta biasa, suratedaran, dan surat pengumuman.
5. Berdasarkan tingkat kepentingan penyelesainnya, surat terbagi atas surat biasa, surat kilat,dan surat kilat khusus.
6. Berdasarkan wujudnya, surat terbagi atas surat bersampul, kartu pos, warkatpos, telegram,teleks atau faksimile, serta memo dan nota.
7. Berdasarkan ruang lingkupo sasarannya, surat terbagi atas surat intern dan surat ekstern.

Rabu, 14 Maret 2012

PUISI TENTANG PENGORBANAN SEORANG IBU

Ibu...
adalah wanita yang telah melahirkanku
merawatku
membesarkanku
mendidikku
hingga diriku telah dewasa

Ibu...
adalah wanita yang selalu siaga tak kala aku dalam buaian
tak kala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
tak kala perutku terasa lapar dan haus
tak kala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam

Ibu...
adalah wanita yang penuh perhatian
bila aku sakit
bila aku terjatuh
bila aku menangis
bila aku kesepian

Ibu...
telah kupandang wajahmu diwaktu tidur
terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan
terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran
terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
terdapat sinar kelelahan karena aku

Aku yang selalu merepotkanmu
aku yang selalu menyita perhatianmu
aku yang telah menghabiskan air susumu
aku yang selalu menyusahkanmu hingga muncul tangismu

Ibu...
engkau menangis karena aku
engkau sedih karena aku
engkau menderita karena aku
engkau kurus karena aku
engkau korbankan segalanya untuk aku

Ibu...
jasamu tiada terbalas
jasamu tiada terbeli
jasamu tiada akhir
jasamu tiada tara
jasamu terlukis indah di dalam surga

Ibu...
hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu
karena jasamu
tiada terbalas

Hanya tangisku sebagai saksi
atas rasa cintaku padamu

Ibu..., I LOVE YOU SO MUCH

ASAL USUL KOTA KUNINGAN

Sejarah singkat Kuningan Jawa Barat :

Diperkirakan sekitar 3500 tahun Sebelum Masehi sudah terdapat
kehidupan manusia, hal ini didasarkan pada peninggalan yang ditemukan
di wilayah Kuningan, Jawa Barat.
Salah satu bukti peninggalan tersebut terdapat di Kampung Cipari,
Kelurahan Cigugur ketika pada tahun 1972 ditemukannya peninggalan
dengan indentifikasi sebuah peti kubur batu, perkakas dari batu dan
keramik.

Diperkirakan pada masa itu terdapat pemukiman manusia yang telah
memiliki kebudayaan tinggi.
Suatu pemukiman manusia tersebut baru terwujud dalam bentuk suatu
kekuatan politik seperti halnya negara, sebagaimana dituturkan dalam
cerita Parahyangan dengan nama Kuningan.
Negara atau Kerajaan Kuningan tersebut berdiri setelah dinobatkannya
Seuweukarma sebagai Raja atau Kepala Pemerintahan yang kemudian
bergelar Rahiyang Tangkuku atau Sang Kuku yang bersemayam di Arile
atau Saunggalah.

Seuweukarma menganut ajaran "Dangiang Kuning" dan berpegang kepada
"Sanghiyang Dharma" (ajaran Kitab Suci), serta "Sanghiyang Riksa"
(sepuluh pedoman hidup). Ekspansi kekuasaan Kuningan ada zaman
kekuasaan Seuweukarma menyeberang sampai negeri Melayu.
Pada saat itu masyarakat Kuningan merasa hidup aman dan tenteram di
bawah pimpinan Seuweukarma yang bertahta sampai berusia lama.
Perkembangan Kerajaan Kuningan selanjutnya seakan-akan terputus, dan
baru pada tahun 1175 Masehi muncul kembali.

Kuningan pada waktu itu menganut agama Hindu di bawah pimpinan Rakean
Darmariksa dan merupakan Daerah Otonom yang masuk wilayah kerajaan
Sunda yang terkenal dengan nama Pajajaran, dan termasuk Cirebon pada
tahun 1389 Masehi masuk kekuasaan Kerajaan Pajajaran. Namun pada abad
ke-15 Cirebon sebagai kerajaan Islam menyatakan kemerdekaannya dari
Pakuan Pajajaran.

Pada tahun 1470 Masehi datang ke Cirebon seorang Ulama Besar agama
Islam yaitu Syeh Syarif Hidayatullah putera Syarif Abdullah dan ibunya
Rara Santang atau Syarifah Mo'Daim putera Prabu Siliwangi. Syarif
Hidayatullah adalah murid dari Sayid Rahmat yang lebih dikenal dengan
nama Sunan Ngampel yang memimpin daerah Ampeldenta. Kemudian Syeh
Syarif Hidayatullah ditugaskan oleh Sunan Ngampel untuk menyebarkan
agama Islam di daerah Jawa Barat, dan mula-mula tiba di Cirebon yang
pada waktu Kepala Pemerintahan Cirebon dipegang oleh Haji Doel Iman.

Pada waktu 1479 Masehi Haji Doel Iman berkenan menyerahkan kedudukan
Kepala Pemerintahan Cirebon kepada Syeh Syarif Hidayatullah setelah
menikah dengan puterinya. Karena terdorong oleh hasrat ingin
menyebarkan agama Islam, pada tahun 1481 Masehi, Syeh Syarif
Hidayatullah berangkat ke daerah Luragung yang masuk wilayah Cirebon
Selatan yang pada waktu itu dipimpin oleh Ki Gedeng Luragung yang
bersaudara dengan Ki Gedeng Kasmaya dari Cirebon, selanjutnya Ki
Gedeng Luragung memeluk agama Islam.

Pada waktu Syeh Syarif Hidayatullah di Luragung datanglah Ratu Ontin
Nio isterinya dalam keadaan hamil dari negeri Cina (bergelar : Ratu
Rara Sumanding) ke Luragung, dari Ratu Ontin Nio alias Ratu Rara
Sumanding lahir seorang putera yang tampan dan gagah yang diberi nama
Pangeran Kuningan. Setelah dari Luragung, Syeh Syarif Hidayatullah
dengan rombongan menuju tempat tinggal Ki Gedeng Kuningan di Windu
Herang.

Syeh Syarif Hidayatullah menitipkan Pangeran Kuningan yang masih
kecil kepada Ki Gedeng Kuningan agar disusui oleh istri Ki Gedeng
Kuningan, karena waktu itu Ki Gedeng Kuningan mempunyai putera yang
sebaya dengan Pangeran Kuningan namanya Amung Gegetuning Ati.
Syeh Syarif Hidayatullah pada saat itu berkesempatan pula mengganti
nama Amung Gegetuning Ati.menjadi Pangeran Arya Kamuning serta beliau
memberikan amanat bahwa kelak di mana Pangeran Kuningan sudah dewasa
akan dinobatkan menjadi Adipati Kuningan. Setelah Pangeran Kuningan
dan Pangeran Arya Kamuning dewasa, diperkirakan tepatnya pada bulan
Muharam tanggal 1 September 1498 Masehi, Pangeran Kuningan dilantik
menjadi Kepala Pemerintahan dengan gelar Pangeran Arya Adipati
Kuningan dan dibantu oleh Arya Kamuning. Maka sejak itulah dinyatakan
sebagai tanggal titik tolak terbentuknya Pemerintahan Kuningan yang
selanjutnya ditetapkan menjadi tanggal Hari Jadi kota Kuningan.

Senin, 27 Februari 2012

PERALATAN KANTOR

Perbekalan/Peralatan Kantor

Suatu kantor dalam melakukan aktifitasnya tidak lepas dari perbekalan yang ada sehingga akan menghasilkan produk-produk kantor yang diharapkan, tanpa adanya perbekalan kantor yang memadahi tak mungkin ada hasil kantor yang baik.

Pada dasarnya aktifitas kantor terjadi karena pegawai-pegawai kantor mengolah bahan bahan dengan sarana perbekalan kantor yang ada.

Untuk lebih jelasnya apa saja perbekalan kantor itu mari kita pelajari materi berikut.

Memilih Peralatan Kantor

Peralatan/perbekalan kantor terdiri dari 5 macam yaitu :
Perabot, peralatan/perlengkapan, mesin, pesawat dan interior kantor.
Pengertian Perbekalan kantor adalah semua fasilitas/barang-barang yang ada di dalam kantor baik langsung maupun tidak langsung digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan kantor sehingga menghasilkan sesuatu yang diharapkan.
Perbekalan kantor merupakan sarana penting untuk menghasilkan pekerjaan kantor, tanpa ada perbekalan kantor tidak mungkin kantor menghasilkan sesuatu, karena pegawai kantor bekerja untuk mengolah bahan dengan sarana dan dengan peralatan kantor yang ada.
Macam-macam Peralatan Kantor

Seperti dijelaskan di muka bahwa perbekalan kantor ada 5 macam yaitu :
  1. Perabot kantor yaitu segala macam barang/benda kantor yang berfungsi sebagai penunjang terhadap pekerjaan kantor. Perabot kantor juga bisa diartikan segala macam peralatan yang berkaitan dengan tulis-menulis dan penyimpanan hasil kerja kantor. Istilah lain dari perabot kantor adalah perkakas kantor atau office furniture. Misalnya meja, kursi, lemari, rak dsb.

  2. Peralatan/perlengkapan kantor adalah barang-barang yang digunakan untuk menghasilkan suatu pekerjaan yang diharapkan di kantor. Misalnya kertas, amplop, pita mesin dsb.
Apabila dirinci peralatan/perlengkapan kantor dapat dibedakan menjadi:
    1. Barang yang habis pakai yaitu barang-barang kantor yang hanya dapat dipakai 1 kali atau tidak tahan lama. Misalnya kertas, amplop, tinta, karbon, klip/penjepit kertas dsb.
    2. Barang yang tidak habis pakai yaitu barang-barang kantor yang dapat di pakai berulang kali atau tahan lama. Misalnya penggaris, hecter/stepler, gunting dsb.

  1. Mesin-mesin kantor adalah segala macam mesin kantor yang digunakan untuk memproses pekerjaan kantor. Misalnya mesin tik, komputer, stensil, OHP, mesin foto copy dsb.

  2. Pesawat Kantor yaitu semua mesin kantor yang digunakan untuk mengadakan komunikasi baik di lingkungan sendiri maupun dengan pihak luar kantor. Misalnya intercom, telepon, fax, dsb.

  3. Interior kantor yaitu semua jenis barang/fasilitas yang berfungsi untuk menghias ruangan kantor sehingga tercipta ruangan yang serasi. Misalnya gambar, lampu, vas bunga, dsb.
    Identifikasi Kebutuhan
    Untuk dapat memilih peralatan kantor dengan tepat maka harus tahu tentang kebutuhannya, karena pada dasarnya tepat tidaknya pemilihan peralatan tergantung dengan kesesuaian kebutuhan.
    Untuk menentukan peralatan apa yang akan dipilih/gunakan maka harus didaftar dahulu kebutuhan perbekalan/perlengkapan yang dibutuhkan. Berikut ini contoh daftar kebutuhan perbekalan/ perlengkapan suatu kantor.
    No
    Kode
    Nama Barang
    Tipe
    Spesifikasi
    merk
    Jumlah
    1
    02-03-17-02-23-00
    Amplop
    coklat
    27,5 x 43 cm
    JAYA
    2 box
    2
    02-04-44-00-72-32
    Bateray
    Calkulator
    fx-992
    Casio
    10 buah
    3
    02-05-58-08-10-00
    Benang Tali
    Rapia
    plastik
    ~
    1 kg
    4
    01-01-21-00-00-04
    Keyboard
    102 keys
    -
    -
    5 buah
    5
    …………… dst
    Pengisian kode barang berdasarkan ketentuan yang ada dikantor.
    Biasanya daftar kebutuhan barang di buat untuk 1 tahun dan diajukan oleh bagian perlengkapan/rumah tangga kepada pimpinan melalui bendaharawan.
Penanganan Perlengkapan Kantor
Untuk menangani masalah peralatan/perlengkapan kantor yang dilakukan pada suatu bagian kantor biasanya berdasarkan langkah-langkah berikut:
  1. Pengadaan
Yaitu usaha yang bertujuan untuk memperoleh peralatan atau perlengkapan kantor sesuai rencana kebutuhan yang telah ditentukan, melalui pembelian, pembuatan sendiri, menyewa/mengontrak dan bantuan/sumbangan.
  1. Penyimpanan
Yaitu kegiatan untuk menampung hasil pengadaan barang perlengkapan yang meliputi segi administratif (pencatatan ke dalam buku barang) maupun segi fisik (penyimpanan barang itu sendiri).
  1. Pengeluaran/Pendistribusian
Yaitu penyaluran barang dari unit pergudangan kepada unit pemakai berdasarkan bon permintaan dan harus dicatat pada buku pengeluaran barang.
  1. Pemeliharaan
Yaitu segala usaha yang dilakukan terus menerus agar barang tetap terpelihara baik sehingga siap dipakai pada saat diperlukan.
  1. Penghapusan
Yaitu usaha yang dilakukan untuk meniadakan/menghapus barang-barang dari dalam daftar infentaris berdasarkan peraturan yang berlaku.

Alur Penanganan Perlengkapan Kantor:
1. Pengadaan
2. Penyimpanan
3. Pendistribusian
4. Pemeliharaan
5. Penghapusan
Permintaan Peralatan/Perlengkapan Kantor
Langkah-langkah permintan peralatan/perlengkapan kantor.
Adapun langkah-langkah permintaan peralatan/perlengkapan yang dimaksud adalah :
  1. Unit pemakai mengajukan bon permintaan kepada bagian gudang dengan bon permintaan peralatan/perlengkapan.
  2. Bagian administrasi gudang meneliti baik keluar ( apakah permintaan tersebut benar-benar harus dipenuhi) maupun ke dalam (apakah barang yang diminta ada dalam gudang).
  3. Apabila permintaannya memenuhi syarat selanjutnya disetujui dan persetujuan tersebut diserahkan ke pengurus peralatan/perlengkapan.
  4. Persetujuan yang diterima oleh pengurus dijadikan pedoman untuk mengeluarkan peralatan/perlengkapan dan disampaikan kepada unit pemakai.
  5. Bagian administrasi gudang selanjutnya membukukan peralatan/perlengkapan yang dikeluarkan tersebut.
  6. Bagian gudang menghitung persediaan peralatan/perlengkapan baik secara administrasi maupun secara fisik.
  7. Bagian administrasi bersama bagian peralatan/perlengkapan mengecek fisik persediaan peralatan/perlengkapan secara bersama-sama apakah sesuai antara yang tercatat dengan keadaan sebenarnya.
  8. Pihak Gudang selanjutnya melaporkan kepada Pimpinan/Bendaharawan.
Contoh :
BON PERMINTAAN PERALATAN/PERLENGKAPAN KANTOR

No : ..
Harap diberikan seperti tersebut di dalam daftar berikut ini
untuk kepentingan .....................................................
Pemeliharaan Peralatan/Perlengkapan
Barang-barang perbekalan/perlengkapan kantor baik yang ada di dalam gudang maupun yang ada pada unit pemakai harus selalu dipelihara agar selalu siap untuk digunakan dan juga untuk memperpanjang usia pemakaian dalam rangka menghemat anggaran kantor.
Cara–cara pemeliharaan barang dapat disesuaikan dengan kriteria berikut:
  1. Menurut Tempat Barang
    1. Ada dalam gudang/persediaan
      Dilakukan dngan cara meletakkan sesuai dengan kondisi barang dan selalu terkontrol setiap waktu jika perlu diberikan pengaman dari hal-hal yang dapat merusakkan barang.
      Contohnya: barang yang terbuat dari logam seperti, meja atau lemari disemprot bahan anti karat.
    1. Ada dalam pemakaian
      Selalu digunakan sesuai prosedur, dibersihkan dan diletakkan secara aman.
      Contohnya: komputer prosedur penggunaannya (menghidupkan dan mematikan) harus sesuai dan dibersihkan secara rutin juga matikan sambungan listrik jika sudah tidak digunakan lagi.

  1. Menurut Jenis Barang
    1. Barang bergerak (bisa dipindahkan)
      Dirawat sesuai prosedur dan jika terjadi kerusakan dan tidak teratasi dapat dibawa keluar kantor untuk di servis oleh ahlinya.
      Contohnya: mesin printer jika mengalami kerusakan dan tidak bisa diservis di kantor bisa dibawa ke pusat perbaikan di lain tempat.
    1. Barang Tetap (tidak bisa dipindahkan)
      Digunakan secara baik dan sesuai prosedur.
      Contohnya: lampu listrik atau kran air harus dimatikan jika kita tidak membutuhkan lagi.

  1. Menurut Kurun Waktu
    1. Rutin (perawatan sehari-hari) dengan cara meletakkan secara aman, membersihkan dan menggunakan sesuai prosedur.

    2. Berkala (perawatan berdasarkan kurun waktu) misalnya: bulanan, triwulan, semester atau tahunan.
Contohnya: mesin tik atau mesin kantor yang lain di cek kelayakannya/diperbaiki secara
berkala setiap 3 bulan sekali.

Jumat, 09 Desember 2011

KEADAAN DESA CIPORANG

keadaan di desa ciporang sangat indah , nyaman , dan udaranya sangat sejuk . di desa ciporang terdapat sawah dan Lapangan sepak bola , yang selalu digunakan apabila ada pertandingan persahabatan antar rw atau pun antar langgar . di desa ciporang juga terdapat suitu cimalongpong yang setahun sekalinya suka diadakan marak ikan .

desa  Ciporang juga berasal dari dua kata yaitu Ci atau cai dalam bahasa Sunda berarti air dan kata porang.desa Ciporang adalah salah satu kelurahan di kecamatan Kuningan, jadi wilayah ini dikepalai oleh seorang lurah. Sebagai aparatur negara lurah dibantu oleh kepala dusun, aparatur kelurahan dan hansip. Satu dusun atau kampung biasanya merupakan satu RW (Rukun Warga) yang membawahi beberapa RT (Rukun tetangga). RW dipimpin oleh Ketua RW dan RT dipimpin oleh Ketua RT.


 

Penduduk kelurahan Ciporang berjumlah 6483 orang, terdiri dari:
  • 3215 orang laki-laki
  • 3268 orang perempuan
Penduduk Ciporang cukup majemuk karena terdapat perumahan (Perumnas) yang ditempati oleh penduduk yang berasal dari luar kota dan berbagai wilayah di Kuningan. 95% beragama Islam dan lainnya beragama Kristen. Dominasi pekerjaan penduduk Kelurahan Ciporang cukup bervariasi dari mualai PNS, wiraswasta, Karyawan, TNI, Polisi, pedagang, petani dan sebagainya.

di desa ciporang juga terdapat 3 sekolah dasar yaitu :

  • SDN Ciporang I (terletak di Jl. RE . Martadinata )
  • SDN Ciporang II (terletak di Blk. Kantor BAPPEDA )
  • SDN Ciporang III (terletak di Jl. Mawar Raya )

Untuk mencapai kelurahan Ciporang dari pusat kota Kuningan tidaklah sulit. Jaraknya dari kota Kuningan kurang lebih 4 km. kelurahan Ciporang dilewati kendaraan dari arah kota Kuningan ke daerah timur seperti Luragung , Lebakwangi, Cidahu, Cibingbin dan Ciawigebang. Ada dua angkutan umum yang melewati jalan raya kelurahan Ciporang yaitu:
  • angkot 06 jurusan Pasar baru-Kertawangunan
  • angkot 10 jurusan Pramuka-Kertawangunan .